Interior Workplace Design & Produktivitas Kerja

Sebagai seorang pekerja, kita membutuhkan lingkungan kerja yang nyaman. Tidak hanya gaji yang cukup dan merasa bahwa kesejahteraan kita terpenuhi. Salah satu hal yang peting untuk diperhatikan adalah lingkungan fisik kantor. Produktivitas mungkin ditunjang oleh berbagai hal. Banyak hasil penelitian yang memperlihatkan bahwa produktivitas sangat dipengaruhi oleh faktor knowledge, skills, abilities, attitudes, dan perilaku dari para pekerja yang ada di dalam organisasi. Dengan demikian, banyak program perbaikan produktivitas meletakkan hal-hal tersebut sebagai asumsi-asumsi dasarnya (Gomes, 1995). Salah satu bentuk dari program tersebut misalnya adalah coaching and counseling, training, pengadaan seminar, dan sebagainya. Hal ini dilakukan oleh organisasi untuk mendapatkan produktivitas kerja yang maksimal. Bisa dikatakan, untuk menilai produktivitas kerja sebuah organisasi, kita bisa identifikasi dari komponen faktor pendukung produktivitas itu sendiri, dan salah satu faktor tersebut ialah perilaku pekerja.

Interior Workplace Design & Produktivitas KerjaTingkah laku manusia keseharian adalah sebuah bentuk respon dari stimulus stimulus yang muncul di lingkungannya. Lingkungan dapat berbentuk lingkungan sosial dan fisik. Lingkungan sosial adalah lingkungan pertemanan, hubungan, dan jaringan antar individu. Sedangkan lingkungan fisik adalah lingkungan kerja seperti desain tempat kerja lay-out ruangan kerja, dan lain sebagainya. Lingkungan ini mampu memberikan pengaruh positif maupun negatif, yang kemudian akan diproses oleh fungsi psikis manusia dan menimbulkan respon. Pada sebuah penelitian yang dilakukan oleh Robertson MM dan Huang YH pada tahun 2006, ditemukan bahwa intervensi fisik (workstation layout) memberikan kepuasan individu pada lingkungan tempat kerja dan memiliki hubungan yang positif dengan performa individu, kolaborasi tim, dan efektifitas tim.

Dalam dunia kerja, penting bagi manajer untuk memperhatikan faktor – faktor ini demi menunjang kesejahteraan karyawannya dalam bekerja. Menurut salah satu firma arsitektur terkenal di Amerika, Gensler, organisasi yang memiliki konsep ruangan yang efisien dan terbuka mampu memberikan kesempatan pada pegawai untuk bersosialisasi dan berinteraksi dengan lebih mudah. Disamping itu, visual yang menarik, juga akan memberikan stimulasi tersendiri bagi para karyawan. Menurutnya, desain ruangan yang baik untuk menunjang pekerjaan ialah desain yang mampu memenuhi kesejahteraan karyawannya dalam jangka panjang.

Sebuah perusahaan di London, Britain’s Government Communications Headquarters (GCHQ), berusaha menyatukan 50 karyawan yang sebelumnya tersebar di berbagai daerah untuk bekerja pada satu kantor pusat yang sama. Tujuan dari perubahan ini ialah untuk membuat lingkungan yang fleksibel dan memunculkan sense of community pada karyawan dalam organisasi ini.

Ditemukan bahwa fitur desain sirkular yang melingkupi tiga divisi, secara lekat menghubungkan divisi-divisi tersebut. Desain dengan ruangan terbuka ini memberikan kesempatan pada karyawan dari perusahaan mudah bertemu dengan koleganya dalam satu divisi, maupun berbagai divisi. Desain baru ini dipercaya dapat meningkatkan produkivitas, mengacu pada system berbagi pengetahuan (knowledge sharing) yang lebih mudah. Hal ini menggambarkan bagaimana efektifitas tim dapat ditunjang dengan desain ruangan tertentu. Karena, sesuai teori perilaku Stimulus-Organisme-Respon, stimulus akan memberikan pengaruh sedemikian rupa pada organisasi yang kemudian akan membentuk responnya yang berupa tingkah laku.

how can we help you?

Contact us at the Consulting WP office nearest to you or submit a business inquiry online.

The Star Power sangat kena banget buat di kehidupan sehari-hari terutama untuk memperbaiki diri

Asep Saeful Bahri
Operational - Personal Assistant Director, Telkom Property

Untuk informasi lengkap jadwal dan pendaftaran Publik Training Insan Performa 2017